Alat-alat Gambar Beserta Alat Bantunya

Gambar
A. PENSIL a. Karakteristik 1. Lunak Untuk jenis pensil ini biasanya memiliki kode dengan huruf B, seperti 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, dan 7B. semakin angka maka semakin lunak dan semakin pekat goresan yang dihasilkan. *B=Black 2. Sedang Jenis pensil ini tidak teralau keras dan tida begitu lunak, biasanya pensil jenis ini ditandai dengan huruf dan angka seperti H, HB, F, 2H dan 3H. *B=black, HB= Half black, H= hard, F= firm 3. Keras Pensil dengan kepadatan yang keras, biasanya digunakan untuk membuat sketch bangunan karena memiliki efek warna yang tidak begitu gelap bahkan cenderung berwarna abu-abu. Jenis ini biasanya ditandai dengan kode huruf dan angka 4H, 5H, 6H, 7H,8H, 9H. *H=Hard . Untuk fungsi nya sendiri dalam menggabar, pensil dengan tingkat ketebalan rendah seperti H, B, HB, dan 2B lebih sering digunakan untuk membuat sktesa awal atau gambar rancang.  Untuk pensil dengan ketebalan sedang seperti 3B, 4B, dan 5B digunakan untuk membuat outline dan arsiran. Untuk pensil d...

Pembahasan Jurnal Energi Tanpa Batas

 

Bryophyllum Pinnatum leaf (BPL) is an eternal source of renewable electrical energy for future world

Daun Bryophyllum Pinnatum (BPL) adalah sumber abadi energi listrik terbarukan untuk masa depan dunia


1. Pengenalan


Dalam penelitian kami ini, kami ingin menggunakan sari daun dengan nama ilmiahnya yaitu, Bryophyllum Pinnatum. Di beberapa negara disebut daun cocor bebek. Dalam bahasa Bengali disebut daun PATHORKUCHI. Pembangkit listrik dari cocor bebek ini cukup sederhana. Dimungkinkan dapat untuk menghasilkan listrik dari BPL bahkan untuk orang awampun tidak akan memikirkannya. Padahal tegangan yang dihasilkan dan arus, serta daya rendahnya pun hampir tidak ada bahayanya bagi manusia karena seperti listrik pada biasanya.  

Untuk mendapatkan listrik dari BPL kita harus membuatnya dulu dengan proses sederhana. Jadi proses-proses tersebut adalah sebagai berikut:

Mengumpulkan dan membuat Sari BPL, Mengumpulkan Seng pelat tembaga sebagai elektroda dan sebagai wadah yang telah di sesuaikan, menempatkan pelat Seng dan tembaga dalam wadah, menghubungkan pelat seng dan tembaga dengan cara yang benar.


1.1 Sel Satuan BPL


Sel unit BPL sederhana dapat dibuat dari tembaga dan seng logam dengan larutan sari BPL.  Dalam proses reaksi oksidasi dan reduksi, elektron dapat ditransfer dari seng ke tembaga melalui aliran listrik jalur konduksi sebagai arus listrik. Karena  dengan kegunaan yang telah di buat itu sehingga dapat menghasilkan sel satuan tegangan listrik BPL sekitar 1,1 volt. listrik BPL tergantung pada berbagai parameter. Parameternya diberikan oleh berikut ini:

Konsentrasi malt, luas elektroda, jarak antara dua elektroda, elemen penyusunnya elektroda.  Volume malt / sari BPL, suhu malt BPL, usia sari BPL, nilai PH sari BPL. hanya dapat menghasilkan tegangan 1,1 yang tidak cukup untuk memenuhi situasi praktis.  Oleh karena itu untuk bertemu sel BPL di aplikasi pragmatis sehingga dikelompokkan dalam modul dan panel.

Gambar 1. Sel Satuan BPL.


1.2.  Modul Listrik BPL


Itu dibuat oleh lebih dari satu sel Unit.  Sel Unit BPL dihubungkan oleh kabel.  Tegangan modul listrik lebih dari 6,6 volt.  Modul BPL enam sel ditampilkan di Gambar 2.


1.3.  Panel Listrik BPL


Panel listrik BPL terbuat lebih dari satu BPL dengan modul listriknya terhubung secara fisik dan listrik. Tegangan Panel listrik BPL lebih tinggi dari modul listrik BPL.  Panel BPL dengan tiga modul ditampilkan pada gambar 2.

Gambar 2. Modul dan Panel Listrik BPL


2. Mengumpulkan dan Membuat sari BPL


Untuk menghasilkan listrik dari daun cocor bebek, pertama-tama kita perlu mengumpulkan daunnya dulu. Setelah mencuci dan membersihkannya maka kita perlu menaruhnya di dalam blender. Setelah itu campuran tersebut harus mengandung hama dan air dengan proporsi umumnya 8:1,  yang telah disiapkan.  Campuran ini dapat digunakan langsung untuk pembangkit listrik. Sari ini dapat disaring agar mendapatkan sari yang bersih untuk penggunaan produksi listrik.  

Gambar: 3 menunjukkan gambar proses pembuatan sari.


Setelah dicampur, sari murni disimpan dalam plastik wadah atau pot. Sari ini dapat disimpan di sana untuk waktu yang lama.

Gambar: 4 menunjukkan gambar sari segar yang disiapkan


2.1. Mempersiapkan Elektroda


Untuk produksi listrik kita perlu membuat elektroda untuk sel BPL. Untuk membuat sel kita membutuhkan dua piring untuk produksi listrik. Salah satunya adalah pelat seng dan yang lainnya adalah plat tembaga. Pelat seng bertindak sebagai pelat negatif atau negatif terminal, dan pelat tembaga bertindak sebagai pelat positif atau positif terminal. Di pasar lokal pelat seng dan tembaga tersedia dalam bentuk lembaran besar. Mereka bisa dipotong-potong sesuai dengan ukuran sel. Pelat seng dapat dilarutkan dalam larutan selama produksi listrik tetapi pada pelat tembaga tidak meleleh. Dalam pelat seng tembakan digunakan sebagai katoda, dimana tembaga digunakan sebagai anoda. Gambar 5 menunjukkan persiapan khas pelat Seng dan Tembaga.

Gambar 5. Persiapan Pelat Seng dan Pelat Tembaga untuk digunakan dalam produksi listrik dari sel BPL


2.2. Penempatan Elektroda


Pada tahap ini kita membutuhkan wadah atau pot plastik untuk mengatur piring. Kita juga bisa menggunakan wadah tanah liat sebagai pengganti wadah plastik. Wadah plastik ini dapat mudah ditemukan di pasaran dalam berbagai ukuran seperti kotak baterai. Sekarang pelat tembaga dan pelat seng ditempatkan dalam wadah satu demi satu.  Jika kita mulai dengan pelat seng menjadi yang pertama maka pelat seng berikutnya dari pelat tembaga lalu setelah itu pelat seng lagi dan seterusnya.  Itupun kalau mau sebaliknya, jika kita mulai dengan pelat tembaga menjadi yang pertama, maka setelah pelat tembaga berikutnya adalah pelat seng, lalu berikutnya itu pelat tembaga dan seterusnya.  Perlu dicatat bahwa kita harus mengikuti hanya satu urutan untuk semua sel dalam susunan baterai tertentu.


Gambar 6. Susunan pelat menjaga pelat Seng terlebih dahulu


Penataan piring ini juga bisa dilakukan dengan menjaga pelat tembaga terlebih dahulu yaitu pelat Tembaga terlebih dahulu daripada pelat Seng dari pelat Tembaga dari lagi pelat Seng dan sebagainya.  A urutan khas dengan pelat tembaga ditunjukkan pada gambar: 7

Gambar 7. Susunan pelat menjaga pelat Tembaga terlebih dahulu


2.3.  Membuat Koneksi antara Elektroda


Setelah pengaturan piring berhasil, kita perlu membuat koneksi internal antara pelat. Mungkin kita bisa dicatat di sini yang mana pelat tembaga akan menjadi pelat Positif dan pelat seng akan menjadi pelat negatif.  Jadi pada sel tertentu kita harus menghubungkan semua pelat seng secara bersama-sama dan semua pelat tembaga secara bersama-sama juga.  Ilustrasi khas koneksi ada ditunjukkan pada gambar 8 menjaga pelat seng terlebih dahulu.

Gambar 8. Susunan sambungan pelat menjaga pelat Seng terlebih dahulu.


Untuk kelompok pelat yang menjaga pelat Tembaga terlebih dahulu. Sambungan yang sama harus dibuat dengan menghubungkan semua tembaga pelat dalam satu kelompok dan semua pelat seng dalam kelompok lain dengan menggunakan kawat tembaga.  Ilustrasi khas koneksi ada ditunjukkan pada gambar 6 menjaga pelat seng pertama.  tercatat bahwa kita harus menjaga jarak antara pelat tembaga dan pelat seng, karena ada dua piring yang harus selalu tetap dan tak tersentuh.  Untuk lebih baik lagi hasilnya kita dapat menggunakan pemisah yang sesuai di antara dua pelat. Namun perlu diingat bahwa piring harus sedekat mungkin mungkin untuk mendapatkan output yang lebih baik.

Gambar 9. Susunan sambungan pelat menjaga pelat tembaga terlebih dahulu.


Dengan cara ini plat tembaga dan plat seng harus ditempatkan di dalam sel.  Jika kita menggunakan lebih banyak pelat per sel, maka arus akan lebih meningkat sehingga menjaga tegangan per sel tetap.  Secara teoritis per sel tegangan BPL adalah 1,1 volt.


2.4.  Karakteristik Kombinasi seri dan paralel dari Sel


Kombinasi seri dan kombinasi paralel sel adalah sangat penting untuk mendapatkan tegangan dan arus yang diinginkan sebagai peserta daya dari sistem.  


Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Gerbang Logika

Teknologi Digital dan Hak Belajar Mahasiswa dalam Memerangi Covid-19

Alat-alat Gambar Beserta Alat Bantunya